MEMBUAT TABEL DALAM POSTINGAN BLOGSPOT

Kemarin dapat tugas dari tentor saya disuruh membuat table tentang perbandingan tiga mabda di dunia (islam, komunis, kapitalis) lalu terpikir dalam benak saya kenapa gak saya posting di blog saja ya. Biar mentajasad gituu…. Memang sih my tentor kagak menyuruh ngeprint, bahkan kata beliaunya harus ditulis tangan, jiah… pegel dong… gak ding… pissss…
maka dengan serius saya mencari postingan dari blog-blog tetangga, nih blog yang saya maksud

http://arprasya.blogspot.com/2009/06/cara-membuat-tabel-dalam-posting-blog.html#comment-form

dan saya praktekan deh disini…..

PERBANDINGAN 3 MABDA

NO Perihal islam kapitalisme komunis
1 Sumber Wahyu dari Allah SWT buatan akal manusia yang terbatas buatan akal manusia yang terbatas
2 Dasar Qiyadah fikriyah La illaha illallah, menyatukan antara hukum Allah SWT dengan kehidupan sekulerisme, mamisahkan agama dari kehidupan masyarakat dan negara materialisme, evolusi, menolak keberadaan agama
3 kesesuaian dengan fitrah manusia Sesuai. Islam menetapkan manusia itu lemah. Oleh sebab itu, segala aturan apa pun harus berasal dari Allah SWT lewat wahyu-Nya. Tidak sesuai. Sebab, disatu sisi mangakui keberadaan ‘Tuhan’ namun pada saat yang sama manusialah yang dianggap layak dan tidak punya kekurangan untuk menetapkan aturan. Tidak sesuai. Sebab tidak percaya adanya pencipta. Manusia dianggap pusat segalanya.
4 Pembuatan Hukum dan Aturan Allah SWT lewat wahyu-nya. Akal manusia berfungsi menggali fakta dan memahami hukum dari wahyu. manusia manusia
5 Fokus Individu merupakan salah satu anggota masyarakat. Individu diperhatikan demi kebaikan masyarakat, dan masyarakat diperhatikan untuk kebaikan individu Individu di atas segalanya. Masyarakat adalah kumpulan individu-individu saja Negara di atas segalanya. Individu merupakan salah satu gigi roda dalam roda masyarakat yang berupa sumber daya alam, manusia, barang produksi dan lain-lain.
6 Ikatan perbuatan Seluruh perbuatan terikat dengan hukum syara’. Perbuatan baru bebas dilakukan bila sesuai dengan hukum syara’ Serba bebas (liberalisme) dalam masalah ‘aqidah, pendapat, pemilikan dan kebebasan pribadi Tidak ada kebebasan dalam ‘aqidah dan pemilikan. Dalam perbuatan bebas.
7 Tujuan tertinggi yang hendak dicapai Ditetapkan oleh Allah SWT seperti yang telah dibahas Ditetapkan manusia sesuai kondisi Ditetapkan manusia sesuai kondisi
8 Tolak ukur kebahagiaan Mencapi ridha Allah SWT yang terletak dalam ketaatannya dalam setiap perbuatan Meraih sebanyak-banyak materi (berupa pangkat, kedudukan, pujian, dll) Meraih sebanyak-banyak materi (berupa pangkat, kedudukan, pujian, dll)
9 Kebebasan pribadi dalam berbuat Di standarisasi oleh hukum syara’. Bila sesuai bebas dilakukan, bila tidak maka tidak boleh dilakukan Mendewakan kebebasan pribadi demi meraih kebahagiaan yang mereka definisikan Mendewakan kebebasan pribadi demi meraih kebahagiaan yang mereka
definisikan
10 Pandangan terhadap masyarakat Masyarakat merupakan kumpulan individu yang memiliki perasaan dan pemikiran yang satu serta diatur oleh hukum yang sama Masyarakat merupakan kumpulan individu- individu Masyarakat merupakan kumpulan dan kesatuan manusia, alam dan interaksinya dengan alam
11 Dasar perekonomian Setiap orang bebas menjalankan perekonomian dengan membatasi sebab pemilikan dan jenis pemiliknya. Sedangkan jumlah kekayaan yang dimiliki tidak dibatasi. Ekonomi berada ditangan para pemilik modal. Setiap orang bebas menempuh cara apa saja. Tidak dikenal sebab-sebab pemilikan. Jumlahnya pun bebas dimiliki tanpa batasan Ekonomi ditangan Negara. Tidak ada sebab pemilikan, semua orang boleh mencari kekayaan dengan cara apapun. Namun jumlah kekeyaan yang dimiliki dibatasi.
12 Tolok ukur Halal - haram Manfaat kekinian Tolok ukur materi
13 Penerapan hukum Atas dasar ketaqwaan individu, kontrol masyarakat dan penerapan dari masyarakat Terserah individu Tangan besi dari Negara
14 kemunculan sistem aturan Allah telah menjadikan bagi manusia system aturan untuk dijalankan dalam kehidupan yang diturunkan pada nabi Muhammad SAW. Manusia hanya memahami permasalahan, lalu menggali hukum dari Al Qur’an dan As Sunnah Manusia membuat hukum bagi dirinya berdasar fakta yang dilihatnya Manusia membuat hukum bagi dirinya berdasar fakta yang dilihatnya

Wah lumayan pegel juga bikin table ini… he he he hehehe… tapi its oke…. Selamat mencoba……

Langsung aja begini caranya ...........
1. buka blog anda
2. Edit Entri lalu masukan kode di bawah ini


<table border="1" width="480">
<tr bgcolor="#E0F8E0">
<td align="center"><b>NO</b></td>
<td align="center"><b>Perihal</b></td>
<td align="center"><b>islam</b></td>
<td align="center"><b>kapitalisme</b></td>
<td align="center"><b>komunis</b></td>

</tr>
<td align="center"><b>1</b></td>
<td align="top center"><b>Sumber</b></td>
<td align="top center"><b>Wahyu dari Allah SWT</b></td>
<td align="top center"><b>buatan akal manusia yang terbatas</b></td>
<td align="top center"><b>buatan akal manusia yang terbatas</b></td>
</tr>
<td align="top center"><b>2</b></td>
<td align="top center"><b>Dasar Qiyadah fikriyah</b></td>
<td align="top center"><b>La illaha illallah, menyatukan antara hukum Allah SWT dengan kehidupan</b></td>
<td align="top center"><b>sekulerisme, mamisahkan agama dari kehidupan masyarakat dan negara</b></td>
<td align="top center"><b>materialisme, evolusi, menolak keberadaan agama</b></td>
</tr>
<td align="top center"><b>3</b></td>
<td align="top center"><b>kesesuaian dengan fitrah manusia</b></td>
<td align="top center"><b>Sesuai. Islam menetapkan manusia itu lemah. Oleh sebab itu, segala aturan apa pun harus berasal dari Allah SWT lewat wahyu-Nya. </b></td>
<td align="top center"><b>Tidak sesuai. Sebab, disatu sisi mangakui keberadaan ‘Tuhan’ namun pada saat yang sama manusialah yang dianggap layak dan tidak punya kekurangan untuk menetapkan aturan. </b></td>
<td align="top center"><b>Tidak sesuai. Sebab tidak percaya adanya pencipta. Manusia dianggap pusat segalanya.</b></td>
</tr>
<td align="top center"><b>4</b></td>
<td align="top center"><b>Pembuatan Hukum dan Aturan</b></td>
<td align="top center"><b>Allah SWT lewat wahyu-nya. Akal manusia berfungsi menggali fakta dan memahami hukum dari wahyu. </b></td>
<td align="top center"><b>manusia </b></td>
<td align="top center"><b>manusia</b></td>
</tr>
<td align="topcenter"><b>5</b></td>
<td align="top center"><b>Fokus </b></td>
<td align="top center"><b>Individu merupakan salah satu anggota masyarakat. Individu diperhatikan demi kebaikan masyarakat, dan masyarakat diperhatikan untuk kebaikan individu </b></td>
<td align="top center"><b>Individu di atas segalanya. Masyarakat adalah kumpulan individu-individu saja   </b></td>
<td align="top center"><b>Negara di atas segalanya. Individu merupakan salah satu gigi roda dalam roda masyarakat yang berupa sumber daya alam, manusia, barang produksi dan lain-lain. </b></td>
</tr>
<td align="top center"><b>6</b></td>
<td align="top center"><b>Ikatan perbuatan </b></td>
<td align="top center"><b>Seluruh perbuatan terikat dengan hukum syara’. Perbuatan baru bebas dilakukan bila sesuai dengan hukum syara’ </b></td>
<td align="top center"><b>Serba bebas (liberalisme) dalam masalah ‘aqidah, pendapat, pemilikan dan kebebasan pribadi </b></td>
<td align="top center"><b>Tidak ada kebebasan dalam ‘aqidah dan pemilikan. Dalam perbuatan bebas. </b></td>
</tr>
<td align="top center"><b>7</b></td>
<td align="top center"><b>Tujuan tertinggi yang hendak dicapai  </b></td>
<td align="top center"><b>Ditetapkan oleh Allah SWT seperti yang telah dibahas  </b></td>
<td align="top center"><b>Ditetapkan manusia sesuai kondisi </b></td>
<td align="top center"><b>Ditetapkan manusia sesuai kondisi </b></td>
</tr>
<td align="top center"><b>8</b></td>
<td align="top center"><b>Tolak ukur kebahagiaan </b></td>
<td align="top center"><b>Mencapi ridha Allah SWT yang terletak dalam ketaatannya dalam setiap perbuatan </b></td>
<td align="top center"><b>Meraih sebanyak-banyak materi (berupa pangkat, kedudukan, pujian, dll) </b></td>
<td align="top center"><b>Meraih sebanyak-banyak materi (berupa pangkat, kedudukan, pujian, dll) </b></td>
</tr>
<td align="top center"><b>9</b></td>
<td align="top center"><b>Kebebasan pribadi dalam berbuat</b></td>
<td align="top center"><b>Di standarisasi oleh hukum syara’. Bila sesuai bebas dilakukan, bila tidak maka tidak boleh dilakukan </b></td>
<td align="top center"><b>Mendewakan kebebasan pribadi demi meraih kebahagiaan yang mereka definisikan </b></td>
<td align="top center"><b>Mendewakan kebebasan pribadi demi meraih kebahagiaan yang mereka
definisikan </b></td>
</tr>
<td align="top center"><b>10</b></td>
<td align="top center"><b>Pandangan terhadap masyarakat</b></td>
<td align="top center"><b>Masyarakat merupakan kumpulan individu yang memiliki perasaan dan pemikiran yang satu serta diatur oleh hukum yang sama  </b></td>
<td align="top center"><b>Masyarakat merupakan kumpulan individu- individu</b></td>
<td align="top center"><b>Masyarakat merupakan kumpulan dan kesatuan manusia, alam dan interaksinya dengan alam </b></td>
</tr>
<td align="top center"><b>11</b></td>
<td align="top center"><b>Dasar perekonomian </b></td>
<td align="top center"><b>Setiap orang bebas menjalankan perekonomian dengan membatasi sebab pemilikan dan jenis pemiliknya. Sedangkan jumlah kekayaan yang dimiliki tidak dibatasi. </b></td>
<td align="top center"><b>Ekonomi berada ditangan para pemilik modal. Setiap orang bebas menempuh cara apa saja. Tidak dikenal sebab-sebab pemilikan. Jumlahnya pun bebas dimiliki tanpa batasan</b></td>
<td align="top center"><b>Ekonomi ditangan Negara. Tidak ada sebab pemilikan, semua orang boleh mencari kekayaan dengan cara apapun. Namun jumlah kekeyaan yang dimiliki dibatasi. </b></td>
</tr>
<td align="top center"><b>12</b></td>
<td align="top center"><b>Tolok ukur</b></td>
<td align="top center"><b>Halal - haram</b></td>
<td align="top center"><b>Manfaat kekinian </b></td>
<td align="top center"><b>Tolok ukur materi </b></td>
</tr>
<td align="top center"><b>13</b></td>
<td align="top center"><b>Penerapan hukum</b></td>
<td align="top center"><b>Atas dasar ketaqwaan individu, kontrol masyarakat dan penerapan dari masyarakat</b></td>
<td align="top center"><b>Terserah individu </b></td>
<td align="top center"><b>Tangan besi dari Negara</b></td>
</tr>
<td align="top center"><b>14</b></td>
<td align="top center"><b>kemunculan sistem aturan </b></td>
<td align="top center"><b>Allah telah menjadikan bagi manusia system aturan untuk dijalankan dalam kehidupan yang diturunkan pada nabi Muhammad SAW. Manusia hanya memahami permasalahan, lalu menggali hukum dari Al Qur’an dan As Sunnah  </b></td>
<td align="top center"><b>Manusia membuat hukum bagi dirinya berdasar fakta yang dilihatnya </b></td>
<td align="top center"><b>Manusia membuat hukum bagi dirinya berdasar fakta yang dilihatnya </b></td>
</tr>
</table>
Catatan :

1. Kode dasar dalam tabel adalah <table> ... </table>.
2. Kode untuk membuat baris tabel <tr> ... </tr>.
3. Kode untuk membuat kolom tabel <td> ... </td>, ingat satu baris bisa terdiri dari beberapa kolom.
4. Kode umum yang menyertai dalam kode tabel adalah width (...px), border (...px), align (center, left, right) dan bgcolor (kode warna/#......).

0 komentar:

Poskan Komentar